Annual Report 2022

25 Sharpening Focus and Transforming Stronger for Sustaining Value | 2022 Annual Report Ikhtisar Kinerja Keuangan Financial Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Analisa dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Fungsi Penunjang Bisnis Business Support Function Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility Pengelolaan limbah untuk didaur ulang menjadi bukti keseriusan WIKA dalam menangani isu lingkungan. Konsekuensi logis yang ditimbulkan dari banyaknya permintaan beton untuk pembangunan adalah peningkatan produksi yang semakin naik dari waktu ke waktu sehingga membutuhkan pengelolaan limbah yang serius. Berikut ini adalah berbagai cara yang dilakukan Pabrik Produk Beton (PPB) WIKA Beton, dalam mengelola limbah: 1. Mendaur ulang limbah air menjadi air bersih siap pakai PPB Bogor sebagai salah satu pabrik beton pracetak tertua di Indonesia memang sudah melakukan proses daur ulang limbahnya sejak lama. Air limbah beton didaur ulang dengan metode aerasi, yaitu menambahan oksigen selama beberapa waktu sehingga pH air limbah kembali normal dan menurunkan kadar unsur-unsur kimia yang berbahaya. Dari hasil penelitian, air limbah yang didaur ulang dengan metode aerasi tersebut dapat digunakan kembali karena masuk ke dalam standar kelas 1. Metode aerasi yang dilakukan PPB Bogor juga didukung oleh Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. 2. Mendaur ulang limbah drum dan ban bekas menjadi barang siap guna Drum bekas oli didaur ulang menjadi kursi dan meja yang fungsional. Sedangkan ban bekas alat berat, digunakan kembali sebagai pot untuk menanam tanaman. Sepatu bot yang sudah tidak bisa digunakan pun dimanfaatkan untuk mempercantik kawasan pabrik dengan cara menggunakannya sebagai pengganti pot. Hal ini membuat PPB Karawang banyak dipuji banyak pihak atas kreativitasnya dalam pemanfaatan limbah pabrik beton. Waste management for recycling is a proof of WIKA’s earnestness in dealing with environmental issues. The logical consequence arising from the large demand for concrete for construction is an increase in production from time to time, requiring serious waste management. The following are various waste management methods used by WIKA Beton’s Concrete Product Factory (PPB): 1. Recycle waste water into ready-to-use clean water PPB Bogor, as one of the oldest precast concrete factories in Indonesia, has been recycling its waste for a long time. Concrete waste water is recycled using the aeration method, which is adding oxygen for some time so that the pH of wastewater returns to normal and reduces levels of harmful chemical elements. From the research results, the waste water recycled by the aeration method can be reused because it is included in class 1 standards. The aeration method used by PPB Bogor is also supported by Government Regulation No. 82 of 2001 concerning water quality management and water pollution control. 2. Recycling waste drums and tires into ready-to-use goods Used oil drums are recycled into functional chairs and tables. Meanwhile, used heavy equipment tires are reused as pots for planting plants. Boots that are no longer usable are also used to beautify the factory area by using them as a substitute for pots. This has made PPB Karawang praised by many parties for its creativity in utilizing concrete factory waste. Pengelolaan Limbah Cair di Pabrik Beton Liquid Waste Management in Concrete Factory Pengelolaan Limbah Cair di Pabrik Beton Liquid Waste Management in Concrete Factory

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5