Annual Report 2023

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2023 and 2022 (In Thousand Rupiah, unless Otherwise Stated) 212 54. Kelangsungan Usaha 54. Going Concern Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan asumsi bahwa Grup akan melanjutkan operasi sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Grup telah mencatat rugi komprehensif pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp7.898.934.787 yang mengakibatkan defisit sebesar Rp2.823.648.717. Pada tanggal 31 Desember 2023, Grup mencatat saldo negatif signifikan dari arus kas operasi Rp2.895.233.665, dan jumlah liabilitas jangka pendek melebihi jumlah aset lancarnya sebesar Rp7.635.637.613. Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek Perusahaan di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek tanggal 18 Desember 2023, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut (Catatan 1b). The consolidated financial statements had been prepared with an assumption that the Group will continue as a going concern. The Group incurred a other comprehensive loss amounted to Rp7,898,934,786 during year ended December 31, 2023 which resulting in a deficit amounted to Rp2,823,648,717. As of December 31, 2023, the Group recorded a significant negative from operating cash flow amounted to Rp2,895,233,665, and total short term liabilities also exceeded its total current assets by Rp7,635,637,613. Furthermore, the Indonesian Stock Exchange (IDR) has decided to temporarily suspend Company Securities Trading in all markets starting from Session I of Securities Trading on December 18, 2023, until further announcements by the Exchange (Note 1b). Rencana manajemen dalam mengatasi kondisi ini adalah dengan (i) Re-profiling/ restrukturisasi keuangan; (ii) Perbaikan tata kelola dan manajemen risiko; (iii) Percepatan penagihan piutang bermasalah; (iv) Assets recycling; (v) Perbaikan portofolio Orderbook; (vi) Penurunan operating expenses; (vii) Penurunan saldo supply chain financing (SCF); dan (viii) Penguatan struktur permodalan. Management's plan to overcome this condition is by (i) Re-profiling/financial restructuring; (ii) Improved governance and risk management; (iii) Acceleration of collection of problem receivables; (iv) Assets recycling; (v) Orderbook portfolio improvements; (vi) Reducing operating expenses; (vii) Decrease in supply chain financing (SCF) balance; and (viii) Strengthening the capital structure. Manajemen Grup berkeyakinan bahwa rencana yang disusun dan langkah-langkah yang dilaksanakan tersebut di atas dapat berjalan secara efektif. Kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya masih tergantung pada dukungan keuangan melalui Penyertaan Modal Negara dari pemegang saham Grup (Catatan 55), serta pencapaian kinerja keuangan yang memuaskan. Group Management believes that the plans prepared and the steps implemented above can run effectively. The Group's ability to maintain its viability still depends on financial support through State Capital Participation from the Group's shareholders (Note 55), as well as achieving satisfactory financial performance. Efektivitas langkah-langkah tersebut tergantung pada eksistensi dari Manajemen serta kondisi ekonomi dan bisnis di masa depan dimana Grup beroperasi. The effectiveness of these steps depends on the existence of the management along with the economic and business conditions in the future where the Group operates. Oleh karena itu masih terdapat ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Hence there are still a material uncertainty that may cast significant doubt about the Group's ability to continue as going concern.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5