Annual Report 2023

Laporan Tahunan 2023 | Annual Report 2023 126 Ikhtisar Utama Performance Highlight Profil Perusahaan Company Profile Analisis dan pembahasan Manajemen Management Disscusion and Analysis Laporan Manajemen Management Report Intrade, dan WIKA Realty. Keberhasilannya dalam mencapai pertumbuhan yang cukup pesat mendapat apresiasi yang tinggi dari publik. Pada 27 Oktober 2007, WIKA melakukan Penawaran Saham Perdana ( Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 28,46 persen saham ke publik, sementara sisanya masih dipegang Pemerintah Republik Indonesia. Selepas memperoleh dana dari IPO, WIKA semakin leluasa untuk tumbuh dan berkembang. Langkah-langkah antisipatif dan inovatif semakin mudah diwujudkan. WIKA pun tetap kokoh tatkala menghadapi berbagai krisis, baik krisis global maupun nasional. WIKA terus mengembangkan kemampuan Engineering, Procurement and Construction (EPC). Pasarnya diperluas hingga ke mancanegara. WIKA tak pernah melewatkan kesempatan menggarap proyek-proyek menantang, baik dari swasta maupun proyek Pemerintah yang pendanaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satunya adalah Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura yang manfaatnya kian dirasakan oleh seluruh penduduk Jawa dan Madura. Di tahun 2014, WIKA hadir dengan paradigma baru. WIKA mengklasifikasi ulang segmen bisnisnya menjadi 5 (lima) pilar, yakni Industri, Infrastruktur & Gedung, Energi dan Industrial Plant, Realti dan Properti, dan Investasi. WIKA berharap, melalui segmentasi demikian kinerja WIKA lebih solid dalam mewujudkan “operational excellence for best results” melalui peningkatan kualitas produk, anggaran yang lebih efisien serta waktu penyelesaian proyek yang lebih cepat. Posisi WIKA pun semakin mantap sebagai salah satu pemain di industri kelistrikan dan migas berkat kontrak-kontrak baru di industri tersebut yang berhasil dimenangkannya. Tahun 2015 menandai dimulainya babak baru WIKA dengan menggarap proyek infrastruktur berskala mega. Proyek ini tak hanya menantang, namun mempertaruhkan nama baik Bangsa, yakni proyek MRT (Mass Rapid Transportation) Jurusan Bundaran HI-Lebak Bulus di Jakarta. Pada tahun 2016, WIKA melakukan penawaran saham umum terbatas kepada para pemegang saham lama, sehingga jumlah saham beredar WIKA menjadi sebanyak 8.969.951.372. Dana hasil penawaran umum terbatas tersebut selanjutnya digunakan untuk mendanai beberapa proyek strategis seperti pembangunan jalan tol dan pembangkit listrik. Di tahun 2017, WIKA melakukan transformasi terhadap corporate value dari yang sebelumnya adalah CIBERTI (Commitment, Innovation, Balance, Excellence, Relationship, Teamwork dan Integrity) menjadi ACE ( Agility, Caring, dan Excellence) sebagai bentuk respon WIKA untuk menghadapi tantangan bisnis yang dinamis. On October 27, 2007, WIKA conducted an Initial Public Offering (IPO) on the Indonesia Stock Exchange releasing 28.46 percent of its shares to the public, while the Government of the Republic of Indonesia held the remainder. Having obtained funds through the IPO, WIKA had more flexibility to grow and develop itself. Anticipatory measures and innovations were more easily realized. WIKA stood strong when facing various crises, both global and national. WIKA continued to develop its competencies in Engineering, Procurement and Construction (EPC). As its markets extended to foreign countries, WIKA never passed up any opportunity for investment in, and development of challenging infrastructure projects, including government projects financed by the State, as well those in the Local Budgets and Expenditure. One of which was the Suramadu bridge that connects Java and Madura Islands providing many benefits to the people. In 2014, WIKA developed a new paradigm. WIKA restructured its business segments into 5 (five) pillars namely: Industry, Infrastructure & Building, Energy & Industrial Plant, Realty & Property, and Investment. With this segmentation WIKA’s performance is expected to be more solid to attain “operational excellence for the best results” through the improvement of product quality, more efficient budgets and faster project completion. By obtaining new contracts in the power generation and oil and gas sectors, WIKA further solidified itself as one of the players in the industry. 2015 marked the start of WIKA’s new era with mega infrastructure projects, which were not only challenging, but risked the nation’s reputation, namely the Bundaran HI-Lebak Bulus MRT (Mass Rapid transportation) Route in Jakarta. In 2016, WIKA started a limited public offering to its old shareholders, raising WIKA’s outstanding shares to 8,969,951,372. The proceeds were used to finance several strategic projects such as toll road development and power plant. In 2017, WIKA transformed its corporate values from CIBERTI (Commitment, Innovation, Balance, Excellence, Relationship, Teamwork and Integrity) to ACE (Agility, Caring and Excellence) as WIKA’s response to the dynamic business challenges.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5