129 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tinjauan Pendukung Bisnis Business Support Overview Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Report Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Corporate Social Responsibility panjang pada pembangunan kereta cepat di berbagai negara. WIKA juga berhasil merampungkan proyek Sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) yang merupakan sebuah langkah Pemerintah dalam meminimalisir potensi banjir secara komprehensif di wilayah Jakarta, Bekasi dan sekitarnya. Keberhasilan lainnya, yaitu pembangunan bendungan Kuwil Kawangkoan, jalan tol SemarangDemak, jalan tol Cisumdawu dan beberapa proyek lainnya. Di tahun ini pula, WIKA memasuki masa transformasi untuk langkah penyehatan Perseroan baik dari sisi penyehatan keuangan, maupun tata kelola dan operasi perusahaan. WIKA tetap mampu beroperasi dengan baik di tengah situasi yang penuh tantangan. Hal ini dibuktikan dengan proses produksi yang tetap berjalan. Dalam kondisi tersebut, WIKA tetap mampu mencatatkan peningkatan penjualan. Hal ini diraih selaras dengan langkah transformasi WIKA yang terdiri dari tiga pilar yaitu fokus terhadap kas, keunggulan eksekusi proyek, dan penyeimbangan portofolio. INFORMASI PERUBAHAN NAMA EMITEN PADA TAHUN BUKU Sejak awal Perseroan berdiri hingga laporan tahunan ini diterbitkan, WIKA mengalami satu kali perubahan nama dan badan hukum dari semula bernama PN Widjaja Karya menjadi PT Wijaya Karya (Persero). Perubahan ini efektif berlaku pada 20 Desember 1972 berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta dan Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas “PT Wijaya Karya” berdasarkan akta No. 106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta. Kemudian WIKA juga mengalami perubahan status menjadi Perusahaan Terbuka, yang efektif berlaku pada 27 Oktober 2007 seiring dengan aksi korporasi yang dijalankan Perseroan dengan melakukan Penawaran Umum Perdana di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, nama yang digunakan saat ini adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. WIKA also completed the Sodetan Ciliwung to East Flood Canal project, a government initiative to comprehensively minimize the potential for floods in Jakarta, Bekasi, and surrounding areas. Other accomplishment was the construction of Kuwil Kawangkoan dam, SemarangDemak toll road, Cisumdawu toll road, and several other projects. In the same year, WIKA entered a transformation phase to improve the company’s health, both financially and in terms of governance and operations. WIKA remained capable of operating effectively amid challenging conditions, as evidenced by the continuing production process. During this period, WIKA managed to increase sales, aligning with the Company’s transformation strategy consisting of three pillars: focus on cash, project execution excellence, and portfolio balancing. INFORMATION ON NAME CHANGES Since the establishment of the Company until the publication of this annual report, WIKA underwent name change and legal entity for one time, from previously PN Widjaja Karya to PT Wijaya Karya (Persero). This change became effective on December 20, 1972 based on Limited Liability Company Deed No. 110 dated December 20, 1972 before Dian Paramita Tamzil, an alternate of Djojo Muljadi, S.H., Notary in Jakarta and Amendment to the Establishment of Limited Liability Company “PT Wijaya Karya” based on Deed No. 106, April 17, 1973 before Kartini Muljadi, S.H., Notary in Jakarta. Then WIKA also changed its status and become a Public Company, which took effect on October 27, 2007, in line with the Company’s corporate action of Initial Public Offering on the Indonesia Stock Exchange. Thus, the name currently used is PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5