PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 402 Ikhtisar Utama Performance Highlight Profil Perusahaan Company Profile Laporan Manajemen Management Report Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Laporan Tahunan 2023 | Annual Report 2023 kepentingan lainnya. Oleh karena itu, organ Perseroan melaksanakan pembagian fungsi dan tanggung jawab secara jelas dan adil, di mana fungsi dan tanggung jawab tersebut dilaksanakan tanpa saling intervensi. RUPS merupakan organ Perseroan yang mempunyai wewenang eksklusif yang tidak dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi, dalam batas yang ditentukan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan/atau Anggaran Dasar Perseroan. Sementara Dewan Komisaris dan Direksi memiliki tanggung jawab untuk memelihara keberlanjutan usaha Perseroan. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedua organ tersebut didukung oleh organ pendukung masingmasing. Dewan Komisaris dibantu oleh Organ Pendukung yang berada di bawah Dewan Komisaris yang terdiri dari Komite Audit dan Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Tata Kelola Terintegrasi. Kemudian, Direksi didukung oleh Corporate Secretariat, Internal Audit, Risk Management Division, Komite Manajemen Risiko Investasi dan Proyek Strategis, dan Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan. Soft Struktur Tata Kelola Perusahaan Dalam rangka mendukung implementasi GCG di lingkungan Perseroan, WIKA memiliki sejumlah kebijakan/pedoman yang sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan. Adapun soft structure GCG yang dimiliki oleh WIKA adalah sebagai berikut: 1. Akta Anggaran Dasar PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Nomor 5 tanggal 4 Februari 2022; 2. Panduan Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Code of GCG) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang telah dimutakhirkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi yang berlaku; 3. Pedoman Tata Kerja Direksi dan Dewan Komisaris (Board Manual) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang telah dimutakhirkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama yang berlaku; 4. Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yang telah dimutakhirkan berdasarkan Surat Keputusan yang berlaku; 5. Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan Perseroan yang telah dimutakhirkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama yang berlaku; 6. Instruksi Kerja Pengendalian Gratifikasi; 7. Instruksi Kerja Pengaduan Pelanggaran terhadap Code of Conduct (Whistleblowing System); 8. Pedoman Prinsip Pengelolaan Anak Perusahaan dan Tata Kelola Terintegrasi; 9. Piagam Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG; 10. Piagam Komite; 11. Piagam Satuan Pengawas Internal; 12. Prosedur Sistem Manajemen Risiko; 13. Prosedur Perseroan lainnya. stakeholders. Therefore, the Company’s organs make a clear and fair division of functions and responsibilities, in which these functions and responsibilities are carried out without mutual intervention. The GMS is a corporate organ that has exclusive authority which cannot be delegated to Board of Commissioners and Board of Directors, within the limits specified in the Limited Liability Company Law and/or the Company’s Articles of Association. Meanwhile, the Board of Commissioners and Board of Directors have the responsibility to maintain the Company’s business sustainability. The implementation of duties and responsibilities of the two organs is supported by their respective supporting organs. The Board of Commissioners is assisted by Supporting Organs under Board of Commissioners and consisting of Audit Committee and Nomination, Remuneration and GCG Committee, Risk Monitoring Committee, and Integrated Governance Committee. Then, the Board of Directors is supported by Corporate Secretariat, Internal Audit, Risk Management Division, Investment and Strategic Project Risk Management Committee, and Anti-Bribery Compliance Function. Corporate Governance Soft Structure In order to support the implementation of GCG within the Company, WIKA has a number of policies/guidelines that are in line with the principles of corporate governance. The GCG soft structure owned by WIKA is as follows: 1. Deed of Articles of Association of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. 5 dated February 4, 2022; 2. Guidelines for the Implementation of Good Corporate Governance (Code of GCG) of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, which has been updated based on the applicable Board of Directors Decree; 3. Board Manual of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, which has been updated based on the applicable Joint Decree; 4. Code of Conduct of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, which has been updated based on the applicable Decree; 5. Guidelines for Handling Conflict of Interest of the Company, which has been updated based on the applicable Joint Decree; 6. Gratification Control Work Instruction; 7. Work Instruction for Complaints of Violations of the Code of Conduct (Whistleblowing System); 8. Guidelines on Principles of Subsidiary Management and Integrated Governance; 9. Nomination, Remuneration and GCG Committee Charter; 10. Committee Charter; 11. Internal Audit Charter; 12. Risk Management System Procedure; 13. Other Company Procedures.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5