Annual Report 2023

PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2023 and 2022 (In Thousand Rupiah, unless Otherwise Stated) 206 I. Manajemen risiko mata uang asing I. Foreign currency risk management Risiko mata uang asing adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko nilai tukar. Foreign exchange risk is the risk that the fair value or future contractual cash flows of a financial instrument will be affected due to changes in exchange rates. The Group’s exposures to foreign exchange risk. Selain pinjaman jangka panjang, Grup memiliki eksposur dalam mata uang asing yang timbul dari transaksi operasionalnya. Eksposur tersebut timbul karena transaksi yang bersangkutan dilakukan dalam mata uang selain mata uang fungsional unit operasional atau pihak lawan. Eksposur dalam mata uang asing tersebut jumlahnya tidak material. In addition to long-term loans, the Group has exposure in foreign currencies arising from its operational transactions. Such exposure arises because the relevant transaction is made in a currency other than the functional currency of the operating unit or the other party. The exposure in such foreign currency is immaterial. Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 diungkapkan dalam Catatan 48. The monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies as of December 31, 2023 and 2022 are disclosed in Note 48. Analisis sensitivitas mata uang asing Foreign currency sensitivity analysis Pelemahan Rupiah sebesar 5% terhadap mata uang asing 31 Desember 2023 dan 2022 akan meningkatkan laba tahun berjalan dan ekuitas masing-masing sebesar Rp11.952.905 dan Rp21.761.256. A 5% weakening of the Rupiah against the foreign currency as of December 31, 2023 and 2022 would have increased profit and equity by Rp11,952,905 and Rp21,761,256, respectively. Penguatan Rupiah sebesar 5% terhadap mata uang asing per 31 Desember 2023 dan 2022 akan memberikan efek kebalikan yang sama besarnya, dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap sama. A 5% strengthening of the Rupiah against the foreign currency as of December 31, 2023 and 2022 would have had the equal but opposite effect, on the basis that all other variables remain constant. II. Manajemen risiko tingkat bunga II. Interest rate risk management Risiko suku bunga adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku bunga terutama terkait dengan pinjaman jangka pendek, pinjaman jangka panjang dan utang sewa pembiayaan. Interest rate risk is the risk that the fair value or contractual future cash flows of a financial instrument will be affected due to changes in market interest rates. The Group’s exposures to interest rate risk relates primarily to short term loans, long term loans and finance lease liabilities. Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi utang dengan suku bunga tetap dan suku bunga variabel dan dengan mengevaluasi kecenderungan suku bunga pasar. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang baru. To minimize interest rate risk, the Group manages interest expense through fixed rate and variable-rate debt combinations and by evaluating the tendency of the market interest rates. Management also conducts a review of the various interest rates offered by creditors to obtain favorable interest rates before making a decision to initiate a new debt obligation.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5