PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2023 and 2022 (In Thousand Rupiah, unless Otherwise Stated) 207 Eksposur Grup terhadap suku bunga dalam aset keuangan dan liabilitas keuangan dirinci dalam bagian manajemen risiko likuiditas pada catatan ini. The Group’s exposures to interest rates on financial assets and financial liabilities are detailed in the liquidity risk management section of this note. Analisis sensitivitas suku bunga Interest rate sensitivity analysis Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk instrumen keuangan pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada akhir periode pelaporan itu terutang sepanjang tahun. The sensitivity analyses below had been determined based on the exposure to interest rates for financial instruments at the end of the reporting period. For floating rate liabilities, the analysis is prepared assuming the amount of the liability outstanding at the end of the reporting period was outstanding for thewhole year. Kenaikan atau penurunan tingkat bunga 1% digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal kepada karyawan kunci dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga. A 1% increase or decrease in interest rates is used when reporting interest rate risk internally to key employees and represents management's assessment of possible changes in interest rates. Kenaikan tingkat bunga sebesar 1% terhadap per 31 Desember 2023 dan 2022 akan menurunkan laba tahun berjalan dan ekuitas masing-masing sebesar Rp235.256.934 dan Rp199.043.672. A 1% increasing of interest rate as of December 31, 2023 and 2022 would have decrease profit and equity by Rp235,256,934 and Rp199,043,672, respectively. Penurunan tingkat bunga sebesar 1% terhadap per Desember 2023 dan 2022 akan memberikan efek kebalikan yang sama besarnya, dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap sama. A 1% decreasing of interest rate as of December 31, 2023 and 2022 would have had the equal but opposite effect, on the basis that all other variables remain constant. III. Manajemen risiko kredit III. Credit risk management Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang mengakibatkan kerugian keuangan bagi Grup. Credit risk refers to the risk that a counterparty will default on its contractual obligation resulting in financial loss to the Group. Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, tagihan bruto pemberi kerja, piutang usaha, piutang retensi dan piutang lainlain. Grup menempatkan saldo bank pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Piutang usaha dilakukan dengan pihak ketiga terpercaya dan pihak berelasi. The Group’s credit risk is primarily attributed to its cash in banks, gross amount due from customers, retention receivables and other accounts receivable. The Group places its bank balances with credit worthy financial institutions. Trade receivable are entered with respected and credit worthy third parties and related parties. Eksposur Grup dan rekanan dimonitor secara terus menerus dan nilai agregat transaksi terkait tersebar di antara pihak lawan yang telah disetujui. Eksposur kredit dikendalikan oleh batasan pihak lawan yang di review dan disetujui oleh komite manajemen risiko secara tahunan. The Group’s exposure and its counterparties are continuously monitored and the aggregate value of transactions concluded is spread amongst approved counterparties. Credit exposure is controlled by counterparty limits that are reviewed and approved by the risk management committee annually.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5