PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 272 Ikhtisar Utama Performance Highlight Profil Perusahaan Company Profile Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Disscusion and Analysis Laporan Manajemen Management Report Laporan Tahunan 2023 | Annual Report 2023 STRATEGI PERUSAHAAN TAHUN 2023 Strategi yang dilakukan oleh WIKA saat ini adalah dengan memilih proyek dengan risiko terukur dengan menganalisa calon pemberi kerja, perkuatan kontraktual dan cara pembayaran, seleksi atas pengerjaan proyek yang memiliki skema pembayaran termin bulanan dengan uang muka sehingga mengurangi defisit kas dan kebutuhan modal kerja dari pinjaman. Hal ini dilakukan melalui mekanisme four eyes principle didalam melakukan identifikasi risiko serta potensi profitabilitas dalam proyek tersebut. WIKA selalu fokus didalam melakukan inovasi dan keunggulannya didalam melakukan eksekusi proyek secara unggul dan ramping, hal ini dibuktikan dengan WIKA mampu menjadi satusatunya kontraktor utama yang berasal dari dalam negeri dalam konsorsium yang melibatkan kontraktor luar negeri yang memiliki pengalaman panjang pada pembangunan kereta. Dalam menunjukkan optimismenya, WIKA mampu meraih banyak kontrak proyek. Tercatat, hingga Desember 2023, WIKA telah menggenggam kontrak baru sebesar Rp29,25 triliun. Dimana semua kontrak baru yang diraih WIKA ditahun 2023 tersebut memiliki skema pembayaran termin bulanan sehingga akan berdampak pada pengelolaan arus kas yang lebih baik. Selain itu, WIKA juga mencoba menerapkan teknologi baru seperti Augmented Reality (AR). Melalui capaian baru ini, WIKA telah menunjukkan kapasitasnya dalam mengembangkan ide yang lebih segar dan inovatif juga upayanya dalam mengoptimalisasi aset. Dalam strateginya, WIKA menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) untuk menghasilkan visualisasi yang lebih baik sekaligus meminimalisir risiko kesalahan pekerjaan. Terobosan ini akan membuat proses pembangunan menjadi lebih komprehensif, analisis mendalam dan manajemen proyek yang lebih efisien. Adapun kebijakan strategis yang telah ditetapkan WIKA di tahun 2023, adalah sebagai berikut: Tinjauan Operasional Operational Overview Dilihat dari tingkat profitabilitas, secara umum industri konstruksi mengalami penurunan profitabilitas pada periode pandemi COVID-19. Kondisi serupa juga dialami oleh BUMN sektor konstruksi lainnya yang terdampak terutama dengan penurunan net profit margin akibat tingginya utang berbunga yang menyebabkan tingginya beban keuangan. WIKA juga mengalami hal yang sama dengan BUMN Karya lainnya dimana gross profit margin pada tahun 2022 adalah sebesar 8,56% namun net profit margin-nya mengalami keadaan minus sebesar (0,28%). In terms of profitability, the construction industry, in general, experienced a decline in profitability during the COVID-19 pandemic. Similar conditions were also observed in other SOEs in the construction sector, including PT PP (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, and PT Hutama Karya (Persero), which were mainly affected by the decline in net profit margin due to high interest-bearing debt, leading to elevated financial burdens. WIKA also faced a similar situation as other SOE Karya, where the gross profit margin in 2022 was 8.56%, but the net profit margin was negative at (0.28%). THE COMPANY’S STRATEGIES FOR 2023 The current strategy adopted by WIKA involves selecting projects with measurable risks by analyzing potential clients, strengthening contractual agreements and payment methods, and selecting projects with monthly installment payment schemes and advances to reduce cash deficits and working capital needs from loans. This is done through the four eyes principal mechanism in identifying risks and profitability potential in the projects. WIKA always focuses on innovation and excels in carrying out superior and lean project execution, as evidenced by being the only domestic main contractor in a consortium involving foreign contractors with extensive experience in railway construction. Demonstrating optimism, WIKA has been able to secure numerous project contracts. As of December 2023, WIKA has secured new contracts worth Rp29.25 trillion. All new contracts secured by WIKA in 2023 have monthly installment payment schemes, leading to better cash flow management. Additionally, WIKA is also trying to implement new technologies such as Augmented Reality (AR). Through this new achievement, WIKA has demonstrated its capacity in developing fresher and more innovative ideas as well as its efforts in optimising assets. In its strategy, WIKA uses Augmented Reality (AR) technology to produce better visualisation while minimising the risk of work errors. This breakthrough will make the construction process more comprehensive, in-depth analysis and more efficient project management. WIKA’s strategic policies for 2023 are as follows:
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5