Annual Report 2023

47 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tinjauan Pendukung Bisnis Business Support Overview Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Report Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Corporate Social Responsibility • Mendirikan Anak Perusahaan yang pertama, PT WIKA Beton (1997). • Mendirikan Anak Perusahaan WIKA Intrade (2000) yang merupakan peleburan dari Divisi Produk Metal dan Divisi Perdagangan, kemudian bertransformasi menjadi PT WIKA Industri & Konstruksi (2013). • Mendirikan Anak Perusahaan PT WIKA Realty (2000) yang bergerak pada bidang pengembangan bisnis realti, manajemen properti dan jasa konstruksi. • Menerapkan untuk kali pertama teknologi Incremental Launching Method (ILM) Flyover Sudirman dan K.S. Tubun, Jakarta. • Membangun Kawasan hunian pertama, Tamansari Persada Raya di Bekasi, Jawa Barat. • Membangun beberapa proyek kebanggaan di tanah air, antara lain: PLTU Grati 800 MW, Jembatan Barelang, Jalan Layang KA Jabotabek, Terminal Petikemas Koja, Bank Indonesia. • Mencanangkan Visi WIKA Star 2010 sebagai garis besar transformasi perusahaan menuju perusahaan terkemuka dalam industri konstruksi dan engineering di Asia Tenggara dengan pendekatan revitalisasi 8 (delapan) paradigma (perubahan, pasar, pelanggan, kepemimpinan, pengetahuan & kompetensi, value creation, kecepatan dan teknologi) • Established the first subsidiary company, PT WIKA Beton (1997). • Continued to establish other subsidiary company; WIKA Intrade (2000) for business of metal products division and the trade division, then transformed into PT WIKA Industri & Konstruksi (2013). • Established other subsidiary company, PT WIKA Realty (2000) that focuses on the development of realty business, property management and construction services. • Applying for the first time technology incremental launching method (ILM) Flyover Sudirman and K.S. Tubun, Jakarta. • Building the first residential area, Tamansari Persada Raya in Bekasi, West Java. • Built some “Pride of Nations” project, such are: Grati Power Plant of 800 MW, Barelang Bridge, Jabotabek Railway Flyover, Koja Container Terminal. Bank Indonesia. • Launched the Vision of WIKA Star 2010 as an outline of corporate transformation towards leading companies in the construction and engineering industry in Southeast Asia with the 8 (eight) paradigm revitalitation approach (change, market, customers, leadership, knowledge and competence, value creation, speed and technology). • Melaksanakan Penawaran Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) pada 2007. Sejak saat itu Pemerintah Indonesia memegang 65% saham. Bersamaan dengan itu identitas perusahaan menjadi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. • Menyelesaikan jalan layang Pasupati, Bandung dengan struktur box girder terberat di Indonesia dan mengerjakan Jembatan Cikubang pada ruas Tol Cipularang sebagai jembatan dengan Pilar tertinggi di Indonesia (2005). • Memulai masuk dan merintis pasar luar negeri dengan menjadi mitra COJAAL ( Consortium Japonais de l’autoroute algerienne) guna membangun jalan tol East West Motorway di Aljazair. Proyek sipil terbesar di dunia pada masa itu adalah juga momentum awal WIKA menjejakkan ekspansinya ke luar negeri (2007). • Mendirikan Anak Perusahaan PT WIKA Gedung (2008). • Menjadi leader dalam Konsorsium BUMN Karya untuk menyelesaikan Jembatan Terpanjang di Indonesia, Jembatan Suramadu (2009). • Melahirkan Visi 2020, menjadi perusahaan EPC dan Investasi Terintegrasi dan Terbaik di Asia Tenggara. • Conducted an Initial Public Offering (IPO) in 2007. Since then, the Indonesian Government holds a 65% stake. At the same time the corporate identity became PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. • Completed The Pasupati Bridge, Bandung with the heaviest box girder structure in Indonesia and work on The Cikubang Bridge on the Cipularang Toll Road as the bridge with the highest pier in Indonesia (2005) • Started entering and pioneering overseas markets by becoming a COJAAL (Consortium Japonais de l’autoroute algerienne) partner to build the East West Motorway toll road in Algeria. The largest civil works project in the world at the same time was also the initial momentum of WIKA setting up its expansion abroad (2007). • Established of subsidiary company, PT WIKA Gedung (2008). • As a leader of state-owned construction company consortium to complete the longest bridge in Indonesia, Suramadu Bridge (2009). • Raising the vision of 2020, becoming an EPC and Integrated Investment Company in Southeast Asia. 1991-2000 2001-2010

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5