137 PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tinjauan Pendukung Bisnis Business Support Overview Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Report Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Corporate Social Responsibility dianggap masih relevan dengan perkembangan lingkungan bisnis serta tantangan yang dihadapi oleh Perseroan. STRATEGI PENCAPAIAN VISI DAN MISI 1. Adapt to Market Shifts: » Mengidentifikasi peluang baru, mengenali perlambatan pertumbuhan dan pergeseran struktural di pasar konstruksi Indonesia. » Berfokus untuk meningkatkan kompetensi sektoral pada sektor baru, seperti energi hijau, infrastruktur digital, serta pertambangan dan logam. » Mengurangi ketergantungan pada sektor yang menurun seperti minyak, gas, dan pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil. 2. Value Chain and Business Model Diversification: » Mengarah ke model bisnis terintegrasi dalam rantai nilai untuk mendiversifikasi risiko dan meningkatkan margin. » Beralih dari perusahaan jasa konstruksi menjadi manajemen konstruksi. 3. Operating Model Transformation: » Menciptakan penurunan operating expense dengan membentuk organisasi yang lean and fit for the future. » Berinvestasi dalam lean construction dan teknologi digital. » Mendorong transparansi data yang lebih tinggi, akuntabilitas yang jelas, dan budaya “cash culture” dalam operasional. 4. Excellent Risk Management and Governance: » Meningkatkan manajemen risiko investasi dan praktik tata kelola, termasuk investasi selektif, pengawasan intensif, dan asset recycling melalui strategi divestasi proaktif untuk meminimalisasi kerugian. » Memperkuat penerapan prinsip four eyes principles dalam seleksi pemberi kerja, seleksi proyek, dan seleksi mitra kerja. » Melakukan berbagai upaya penyehatan keuangan, seperti restrukturisasi keuangan, percepatan penagihan piutang bermasalah, penguatan struktur permodalan, dan penurunan saldo pinjaman talangan supplier. development of business environment and the challenges faced by the Company. VISION AND MISSION ACHIEVEMENT STRATEGY 1. Adapt to Market Shifts: » Identify new opportunities, recognize slowing growth and structural shifts in the Indonesian construction market. » Focus on increasing sectoral competency in new sectors, such as green energy, digital infrastructure, and mining and metals. » Reduce dependence on declining sectors such as oil, gas and fossil fuel-based power generation. 2. Value Chain and Business Model Diversification: » Moving towards an integrated business model in the value chain to diversify risks and increase margins. » Switching from a construction services company to construction management. 3. Operating Model Transformation: » Creating a reduction in operating expenses by forming an organization that is lean and fit for the future. » Invest in lean construction and digital technology. » Encourage higher data transparency, clear accountability, and a “cash culture” in operations. 4. Excellent Risk Management and Governance: » Improve investment risk management and governance practices, including selective investment, intensive supervision, and asset recycling through proactive divestment strategies to minimize losses. » Strengthen the application of the four eyes principles in selecting owners, projects and work partners. » Undertaking various financial recovery efforts, such as financial restructuring, accelerating the collection of problematic receivables, strengthening the capital structure, and reducing supplier bailout loan balances.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5