PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 277 Lapora Tahunan 2023 | Annual Report 2023 Tinjauan Pendukung Bisnis Business Support Overview Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Report Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Corporate Social Responsibility Tantangan dan Strategi Peningkatan Kinerja Segmen Adapun tantangan yang dihadapi Perseroan di tahun 2023, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Pemerintah mendorong pemberdayaan partisipasi badan usaha melalui skema KPBU dan blended financing. 2. Fokus percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Ibukota Nusantara (IKN) namun saat ini kondisi keuangan WIKA sedang mengalami tantangan diakibatkan adanya missmatch pendanaan atas proyek investasi masa lalu. 3. Menurunnya anggaran infrastruktur Pemerintah untuk proyek multiyears. Di tengah tantangan tersebut, Perseroan telah menetapkan berbagai kebijakan strategis sebagaimana terlampir berikut ini, yakni: 1. Memperbaiki portfolio orderbook konstruksi dengan berfokus kepada proyek-proyek yang memiliki pembayaran monthly progress dengan uang muka; tujuan mengurangi defisit kas dan kebutuhan modal kerja 2. Tidak mengambil proyek-proyek dengan skema investasi ataupun pola pembayaran turnkey dan milestone 3. Perbaikan prosedur pembuatan kontrak konstruksi dengan melakukan standarisasi pasal-pasal atau pengaturan minimum yang harus ada dalam sebuah kontrak konstruksi. 4. Memelihara hubungan baik dengan calon pemberi kerja swasta untuk mengkompensasi turunnya perolehan kontrak Pemerintah. Produktivitas Segmen Produktivitas Segmen Infrastruktur dan Gedung 2022-2023 Infrastructure and Building Segment Productivity 2022-2023 Uraian Description 2023 (Rp-miliar) (Rp-billion) 2022 (Rp-miliar) (Rp-billion) Kenaikan/Penurunan Increase/Decrease Nominal (Rp-miliar) Nominal (Rp-billion) Persentase (%) Percentage (%) Kontrak Baru New Contract 15.396 20.767 (5.372) -25,87% ▼ Kontrak Dihadapi Order Book 49.632 55.183 (5.551) -10,06% ▼ Sepanjang tahun 2023, kinerja segmen infrastruktur dan gedung merealisasikan kontrak baru sebesar Rp15.396 miliar, mengalami penurunan Rp5.372 miliar atau 25,87% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp20.767 miliar. Penurunan ini disebabkan karena Perseroan saat ini lebih selektif dalam memilih dan mendapatkan kontrak baru serta turunnya kontrak baru multiyears dengan pemerintah. Serta kondisi Perseroan yang tengah memasuki fase standstill dan fase restruktrurisasi keuangan ditahun 2023. Challenges and Improvement Strategies of Segment Performance The challenges faced by the Company in 2023 include: 1. The government encouraged the empowerment of business entity participation through PPP schemes and blended financing. 2. Focus on accelerating the completion of National Strategic Project (PSN) and National Capital (IKN), but currently WIKA’s financial condition is experiencing challenges due to a funding mismatch for past investment projects. 3. Decreasing Government infrastructure budget for multiyear projects. Amid these challenges, the Company has established various strategic policies as attached below: 1. Improving the construction orderbook portfolio by focusing on projects that have monthly progress payments with advances; aiming to reduce cash deficits and working capital needs 2. Do not take on projects with investment schemes or turnkey and milestone payment patterns 3. Improve the procedures of making construction contracts by standardizing the articles or minimum arrangements that must be in a construction contract. 4. Maintaining good relationships with prospective private employers to compensate for decreased Government contract acquisition. Segment Productivity Throughout 2023, the performance of infrastructure and buildings segment managed to realize new contracts amounting to Rp15,395 billion, a decrease of Rp5,371 billion or 25.86% compared to 2022 of Rp20,767 billion. This decrease was attributed to The Company is currently more selective in selecting and obtaining new contracts as well as reducing new multiyear contracts with the government. As well as the Company’s condition that is is entering the standstill phase and financial restructuring phase in 2023.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5