124 Consistent Transformation Toward Fit for Future Konsisten Bertransformasi untuk Menuju Masa Depan yang Sehat Ikhtisar Kinerja Keuangan Financial Performance Highlights Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Mekanisme dan Frekuensi Pengawasan Dewan Komisaris melakukan pengawasan secara rutin atas kinerja Direksi, mekanisme yang dilakukan diantaranya dengan melakukan pembahasan internal bulanan antara Dewan Komisaris dengan Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Nominasi, Remunerasi & GCG atas pencapaian kinerja WIKA. Selanjutnya dilakukan pembahasan minimal sebulan sekali antara Dewan Komisaris dengan Direksi, dimana dalam rapat gabungan tersebut Dewan Komisaris menyampaikan saran dan nasehat bagi Direksi dalam menjalankan kegiatan usaha Perusahaan. Selain itu, Dewan Komisaris juga melakukan program pengawasan fisik ke lapangan untuk memastikan proyek-proyek yang dibangun oleh WIKA Grup sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Direksi. Melalui program tersebut diharapkan Dewan Komisaris dapat memperoleh gambaran yang lebih luas atas tantangan dan peluang yang dimiliki WIKA. Rapat Dewan Komisaris Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Dewan Komisaris telah membagi pembidangan tugas pengawasan untuk masing-masing anggota Dewan Komisaris. Hal tersebut dimaksudkan agar semua aspek operasional Perseroan tak luput dari pengawasan Dewan Komisaris. Sebagai tindak lanjut dari pengawasan yang dilakukan oleh masing-masing Dewan Komisaris, dilaksanakan rapat internal Dewan Komisaris yang sekaligus untuk mempersiapkan materi yang akan dibahas dalam rapat bersama Direksi. Sepanjang tahun 2024, Dewan Komisaris melaksanakan rapat internal sebanyak 10 (sepuluh) kali rapat internal Dewan Komisaris dengan rata-rata kehadiran anggota di atas kuorum rapat. Selain itu, Dewan Komisaris juga melaksanakan rapat bersama Direksi sebanyak 12 (dua belas) kali. Dalam forum tersebut, Dewan Komisaris dapat meminta penjelasan dari Direksi mengenai pencapaian kinerja Perseroan dan berbagai kendala yang dihadapi. Dewan Komisaris juga menyampaikan pandangan dan memberikan nasihat kepada Direksi mengenai hal tersebut. Kunjungan Lapangan Dewan Komisaris juga mengupayakan melakukan kunjungan ke lapangan untuk memastikan proyek-proyek yang dibangun oleh WIKA Grup sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Direksi. Site visit ke lapangan dapat membantu Dewan Komisaris dalam memperoleh gambaran yang lebih luas atas tantangan dan peluang yang dimiliki WIKA, serta mampu berinteraksi dengan karyawan di proyek sehingga memperoleh input dari sisi para pekerja. Dewan Komisaris juga dibantu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Nominasi, Remunerasi dan GCG dalam melakukan evaluasi dan reviu atas kinerja yang telah berjalan dan rencana kerja ke depan. Sepanjang tahun 2024, Dewan Komisaris melakukan kunjungan lapangan sebanyak 5 (lima) kali, antara lain Proyek Paket Rancang Bangun SPAM Regional Jatiluhur 1 Bekasi Jawa Barat, Proyek Pembangunan Jalan Tol IKN 3B-2 Segmen KKT Kariangau - SP. Tempadung, Proyek Pembangunan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur Tahap 2, Proyek Tol Jakarta - Cikampek Selatan 2A, dan Proyek RDF Plant Rorotan Jakarta. Mechanism and Frequency of Supervision Board of Commissioners conducts routine supervision on the Board of Directors' performance. The mechanisms include monthly internal discussions between Board of Commissioners and Audit Committee, Risk Monitoring Committee, and Nomination, Remuneration & GCG Committee to review WIKA's performance achievements. Additionally, discussions are held at least once a month between Board of Commissioners and Board of Directors, where in these joint meetings, Board of Commissioners provides suggestions and advice to Board of Directors in managing the Company's business activities. Furthermore, Board of Commissioners also conducts physical site monitoring programs to ensure that the projects built by WIKA Group align with the reports provided by Board of Directors. Through this program, it is expected that Board of Commissioners can gain a broader perspective on the challenges and opportunities that WIKA faces. Board of Commissioners Meetings To enhance the effectiveness of supervision, Board of Commissioners has divided the supervisory tasks among its members. This is intended to ensure that all operational aspects of the Company are under the Board of Commissioners’ supervision. As a followup to the supervision carried out by each member of Board of Commissioners, internal Board of Commissioners meetings are held to prepare the materials to be discussed in joint meetings with the Board of Directors. Throughout 2024, Board of Commissioners held 10 (ten) internal meetings, with the average attendance of members exceeding the quorum. Additionally, Board of Commissioners held 12 (twelve) joint meetings with the Board of Directors. In these forums, Board of Commissioners can request explanations from the Board of Directors regarding the Company’s performance achievements and any challenges faced. Board of Commissioners also provides their views and offers advice to the Board of Directors on these matters. Site Visits Board of Commissioners also makes efforts to conduct site visits to ensure that the projects built by WIKA Group align with the reports provided by the Board of Directors. Site visits help Board of Commissioners gain a broader perspective on the challenges and opportunities possessed by WIKA, and also allow for interaction with employees at the project sites to gather input from the workers' side. Board of Commissioners is also assisted by Audit Committee, Risk Monitoring Committee, and Nomination, Remuneration, and GCG Committee in evaluating and reviewing past performance and future work plans. Throughout 2024, Board of Commissioners made 5 (five) site visits, including to Regional SPAM Jatiluhur 1 Bekasi West Java Project, IKN 3B-2 Toll Road Development Project Segment KKT Kariangau - SP. Tempadung, National Axis Eastern Side Stage 2 Toll Road Project, Jakarta - Cikampek Selatan 2A Toll Road Project, and RDF Plant Rorotan Jakarta Project.
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5