Annual Report

190 Consistent Transformation Toward Fit for Future Konsisten Bertransformasi untuk Menuju Masa Depan yang Sehat Ikhtisar Kinerja Keuangan Financial Performance Highlights Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis 1.5 Manajemen Risiko Manajemen Risiko memiliki sasaran strategis berupa penguatan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko proyek yang terintegrasi. Terdapat 3 inisiatif strategis untuk mencapai sasaran strategis tersebut seperti pada Tabel 5. Terdapat 1 stream penyehatan WIKA yang relevan berada pada pilar ini, yaitu perbaikan tata kelola dan manajemen risiko. Dalam industri konstruksi, manajemen risiko menjadi kunci penting untuk mengurangi dampak negatif dari berbagai potensi ancaman yang dapat memengaruhi proyek konstruksi. Perusahaan konstruksi cenderung menghadapi risiko seperti keterlambatan dalam pengiriman bahan, fluktuasi biaya material, perubahan regulasi, atau kegagalan teknis. Strategi manajemen risiko yang efektif dalam konteks ini melibatkan identifikasi risiko secara proaktif sejak tahap perencanaan proyek, penggunaan kontrak yang jelas untuk membagi risiko dengan pihak lain seperti kontraktor atau pemasok, diversifikasi pasokan bahan untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok, serta penerapan teknologi seperti pemodelan informasi bangunan (BIM) untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi konflik desain sebelum mereka menjadi masalah di lapangan. Selain itu, perusahaan konstruksi juga dapat mempertimbangkan asuransi konstruksi untuk melindungi proyek dari risiko kegagalan atau keterlambatan, sementara memastikan kepatuhan penuh terhadap standar keselamatan dan peraturan lingkungan. Dengan mengadopsi pendekatan yang holistik terhadap manajemen risiko, perusahaan konstruksi dapat meningkatkan peluang kesuksesan proyek sambil meminimalkan potensi dampak negatif dari risikorisiko yang muncul. Tabel 5 Target Inisiatif Strategis - Manajemen Risiko Table 5: Strategic Initiative Targets - Risk Management Inisiatif Strategis Strategic Initiatives Target Target 5.1 Tata Kelola Terintegrasi Perusahaan Induk dan Perusahaan Anak* 5.1 Integrated Governance of Parent and Subsidiary Companies* Peningkatan akuntabilitas dan kemudahan pengendalian bisnis WIKA yang efisien. Implementasi : 1. Adanya kesamaan persepsi antara WIKA dan Perusahaan Anak terkait aspek-aspek/fungsi diintegrasikan dalam aktivitas Pengelolaan Anak Perusahaan 2. Adanya acuan dalam Aktivitas hubungan interaksi bagi WIKA dan Anak Perusahaan 3. Terciptanya sinergi dan komunikasi yang efektif untuk memberikan nilai tambah bagi WIKA Group 4. Adanya keterbukaan dari Anak Perusahaan dalam sinergi audit gabungan antara WIKA Holding dan Entitas Anak 5. Pemetaan kebutuhan pengembangan kompetensi tim audit Anak Perusahaan untuk proses standardisasi kompetensi antara WIKA Holding dan entitas Anak Perusahaan. 6. Penyelarasan dalam penerapan prinsip tata kelola yang baik, manajemen risiko, dan pengendalian internal antara Internal Audit Holding dan Entitas Anak. 7. Internal Audit Holding mampu mengawasi dan mengevaluasi efektivitas dan efisiensi sistem pengendalian internal di entitas anak. 8. Internal Audit Holding dan Entitas Anak mampu menyusun laporan dengan kualitas informasi terkait kondisi obyek audit yang sebenarnya Increased accountability and ease of efficient WIKA business control. Implementation: 1. There is a common perception between WIKA and Subsidiaries regarding aspects/functions integrated in Subsidiary Management activities 2. There is a reference in the Activity of interactive relationships for WIKA and Subsidiaries 3. The creation of effective synergy and communication to provide added value for the WIKA Group 4. There is openness from Subsidiaries in the joint audit synergy between WIKA Holding and Subsidiaries 5. Mapping the needs for developing the competency of the Subsidiary audit team for the competency standardization process between WIKA Holding and Subsidiary entities. 6. Alignment in the application of good governance principles, risk management, and internal control between Internal Audit Holding and Subsidiaries. 7. Internal Audit Holding is able to supervise and evaluate the effectiveness and efficiency of the internal control system in subsidiaries. 8. Internal Audit Holding and Subsidiaries are able to prepare reports with quality information related to the actual condition of the audit object 1.5 Risk Management Risk Management has a strategic goal of strengthening corporate governance and integrated project risk management. There are three strategic initiatives to achieve this goal, as shown in Table 5. One relevant stream of WIKA’s revitalization is located in this pillar, namely, improving governance and risk management. In the construction industry, risk management is crucial for reducing the negative impact of various potential threats that may affect construction projects. Construction companies tend to face risks such as delays in material delivery, fluctuations in material costs, regulatory changes, or technical failures. An effective risk management strategy in this context involves proactively identifying risks from the planning stage, using clear contracts to share risks with other parties such as contractors or suppliers, diversifying material supply sources to reduce dependency on a single supplier, and applying technologies like Building Information Modeling (BIM) to identify and manage potential design conflicts before they become issues onsite. Additionally, construction companies can consider construction insurance to protect projects from risks such as failure or delays, while ensuring full compliance with safety standards and environmental regulations. By adopting a holistic approach to risk management, construction companies can enhance the chances of project success while minimizing the potential negative impacts of emerging risks.

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5