84 Consistent Transformation Toward Fit for Future Konsisten Bertransformasi untuk Menuju Masa Depan yang Sehat Ikhtisar Kinerja Keuangan Financial Performance Highlights Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Jejak Langkah Milestones • ●Berdiri pada tahun 1960 berdasarkan PP No. 2 tahun 1960 dan SK Menteri PUTL No. 5 Tanggal 11 Maret 1960 dengan nama PN Widjaja Karja dengan bidang usaha instalasi listrik dan air. • ●Dalam perkembangan kegiatan usaha, berubah menjadi PT Wijaya Karya (1972). • ●Tercatat beberapa lokasi pernah digunakan WIKA pada awal operasinya, mulai dari Jl. Johar No. 10 Jakarta Pusat (1960-1962), Jl. Hayam Wuruk 111 Jakarta Pusat (1962-1979) dan Kavling 9, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (1979-saat ini). • Pada dekade 1960-1970-an, WIKA menangani berbagai proyek, antara lain pemasangan jaringan listrik Asahan dan irigasi Jatiluhur. • Was founded in 1960 based on the Government Regulation No. 2 of 1960 and the Decree of Minister of Public Works and Public Housing No. 5 on March 11th, 1960 which named PN Widjaja Karja with electricity and water installation business fields. • In developing its business, turned into PT Wijaya Karya (1972). • Several locations were used by WIKA at the beginning of its operations, starting from Jl. Johar No.10, Central Jakarta (1960- 1962), Jl. Hayam Wuruk 111, Central Jakarta (1962-1979) and Kaveling 9th, Cipinang Cempedak, East Jakarta (1979-now). • On a decade from 1960-1970, WIKA carried out a variety of projects, including the installation of Asahan Electrical Works and Jatiluhur Project Dam & Irrigation. • ●Membangun serentak 6 pabrik beton yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. • ●Perkembangan WIKA selalu lebih unggul dibandingkan kompetitor, hal itu salah satunya dibuktikan dengan meluncurkan produk beton pertama, tiang listrik pra tegang berpenampang H. • ●Membangun proyek-proyek Signature, antara lain: Gedung Pusat LIPI Jakarta (Gedung tinggi pertama yang dibangun WIKA). • ●Memperkenalkan pertama kali model pilar bisnis organisasi perusahaan. • ●Membangun divisi baru: Sipil Umum, Bangunan & Gedung, Produk Beton dan Metal, Konstruksi Industri, Energi, dan Perdagangan. • ●Melahirkan produk PC Piles, mempelopori produk railway sleepers beton pertama di Indonesia. • ●Menyelesaikan beberapa proyek strategis, antara lain: Jalan Lintas Sumbawa-NTB, PLTA Garung Wonosobo, Bendung Klambu Grobogan dan Bendung Gerak Serayu Banyumas. • Simultaneously established 6 concrete factories spread across West Java, Central Java and East Java. • WIKA has always been more advance comparing to competitors, as proven by launching the first concrete products, a pretensioned electric pole with H profile. • Worked on the construction of signature projects, including: LIPI Building at Central Jakarta (the first high-rise building built by WIKA). • Introducing the Company’s first pillar business model. • Established several divisions: General Civil, Architectural, Concrete and Metal Products, Construction Industry, Energy and Commerce. • Developed PC Piles Product, pioneering the first concrete railway sleepers in Indonesia. • Completed several strategic projects, including: Sumbawa-NTB Trans Road, Garung Wonosobo Hydroelectric Power Plant, Klambu Grobogan Dam and Gerak Serayu Banyumas Dam. 1960-1970 1971-1980 1981-1990 1991-2000 • ●Mendirikan Anak Perusahaan yang pertama, PT WIKA Beton (1997). • ●Mendirikan Anak Perusahaan WIKA Intrade (2000) yang merupakan peleburan dari Divisi Produk Metal dan Divisi Perdagangan, kemudian bertransformasi menjadi PT WIKA Industri & Konstruksi (2013). • ●Mendirikan Anak Perusahaan PT WIKA Realty (2000) yang bergerak pada bidang pengembangan bisnis realti, manajemen properti dan jasa konstruksi. • ●Menerapkan untuk kali pertama teknologi Incremental Launching Method (ILM) Flyover Sudirman dan K.S. Tubun, Jakarta. • ●Membangun Kawasan hunian pertama, Tamansari Persada Raya di Bekasi, Jawa Barat. • ●Membangun beberapa proyek kebanggaan di tanah air, antara lain: PLTU Grati 800 MW, Jembatan Barelang, Jalan Layang KA Jabotabek, Terminal Petikemas Koja, Bank Indonesia. • ●Mencanangkan Visi WIKA Star 2010 sebagai garis besar transformasi perusahaan menuju perusahaan terkemuka dalam industri konstruksi dan engineering di Asia Tenggara dengan pendekatan revitalisasi 8 (delapan) paradigma (perubahan, pasar, pelanggan, kepemimpinan, pengetahuan & kompetensi, value creation, kecepatan dan teknologi) • Established the first subsidiary company, PT WIKA Beton (1997). • Continued to establish other subsidiary company; WIKA Intrade (2000) for business of metal products division and the trade division, then transformed into PT WIKA Industri & Konstruksi (2013). • Established other subsidiary company, PT WIKA Realty (2000) that focuses on the development of realty business, property management and construction services. • Applying for the first-time technology incremental launching method (ILM) Flyover Sudirman and K.S. Tubun, Jakarta. • Building the first residential area, Tamansari Persada Raya in Bekasi, West Java. • Built some “Pride of Nations” project, such are: Grati Power Plant of 800 MW, Barelang Bridge, Jabotabek Railway Flyover, Koja Container Terminal, Bank Indonesia. • Launched the Vision of WIKA Star 2010 as an outline of corporate transformation towards leading companies in the construction and engineering industry in Southeast Asia with the 8 (eight) paradigm revitalization approach (change, market, customers, leadership, knowledge and competence, value creation, speed and technology).
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5