Annual Report 2024 Laporan Tahunan > PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 85 Fungsi Penunjang Bisnis Business Support Function Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility Laporan Keuangan 2024 2024 Financial Report • Conducted an Initial Public Offering (IPO) in 2007. Since then, the Indonesian Government holds a 65% stake. At the same time the corporate identity became PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. • Completed the Pasupati Bridge, Bandung with the heaviest box girder structure in Indonesia and worked on the Cikubang Bridge on Cipularang Toll Road as the bridge with the highest pier in Indonesia (2005) • Started entering and pioneering overseas markets by becoming a COJAAL (Consortium Japonais de l’autoroute algerienne) partner to build the East West Motorway toll road in Algeria. The largest civil works project in the world at the same time was also the initial momentum of WIKA setting up its expansion abroad (2007). • Established of subsidiary company, PT WIKA Gedung (2008). • As a leader of state-owned construction company consortium to complete the longest bridge in Indonesia, Suramadu Bridge (2009). • Raising the vision of 2020, becoming an EPC and Integrated Investment Company in Southeast Asia. 2001-2010 2011- 2015 • ●Melaksanakan Penawaran Saham Perdana ( Initial Public Offering/IPO) pada 2007. Sejak saat itu Pemerintah Indonesia memegang 65% saham. Bersamaan dengan itu identitas perusahaan menjadi PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. • ●Menyelesaikan jalan layang Pasupati, Bandung dengan struktur box girder terberat di Indonesia dan mengerjakan Jembatan Cikubang pada ruas Tol Cipularang sebagai jembatan dengan Pilar tertinggi di Indonesia (2005). • ●Memulai masuk dan merintis pasar luar negeri dengan menjadi mitra COJAAL (Consortium Japonais de l’autoroute algerienne) guna membangun jalan tol East West Motorway di Aljazair. Proyek sipil terbesar di dunia pada masa itu adalah juga momentum awal WIKA menjejakkan ekspansinya ke luar negeri (2007). • ●Mendirikan Anak Perusahaan PT WIKA Gedung (2008). • ●Menjadi leader dalam Konsorsium BUMN Karya untuk menyelesaikan Jembatan Terpanjang di Indonesia, Jembatan Suramadu (2009). • ●Melahirkan Visi 2020, menjadi perusahaan EPC dan Investasi Terintegrasi dan Terbaik di Asia Tenggara. • ●Melaksanakan Commercial Operation Date (COD) PLTD Marine Fuel Oil 50 MW Bali yang merupakan proyek investasi pertama WIKA pada bidang energi. • ●Mengakuisisi PT Catur Insan Pertiwi (2008) yang kemudian bertransformasi menjadi PT WIKA Rekayasa Konstruksi (2013). • ●Menyerahkan secara resmi PLTU Amurang kepada PT PLN (2013) PLTU Amurang menjadi salah satu titik ungkit WIKA pada portofolio EPC Power Plant. • ●WIKA mengakuisisi PT Sarana Karya yang kemudian bertransformasi menjadi PT WIKA Bitumen (2013). • ●Memantapkan ekspansi proyek-proyek luar negeri, selain Aljazair (2007) antara lain: Timor Leste (2012), Myanmar (2013), Malaysia (2014), Arab Saudi (2016), Dubai (2017), Filipina (2018), Niger (2018), Taiwan (2019), Senegal (2019). • ●Meresmikan Pusat Kepemimpinan WIKA, WIKAsatrian di Bogor (2014). • ●PT WIKA Beton mencatatkan perdagangan saham perdananya di lantai bursa (2014). • Carried out Commercial Operation Date (COD) Diesel Marine Fuel Oil 50 MW Bali, which is the first investment project of WIKA in energy field. • Acquired PT Catur Insan Pertiwi (2008) then transformed into PT WIKA Rekayasa Konstruksi (2013). • Officially handed over the Amurang Coal Steam Power Plant to PLN (2013). The Amurang Coal Steam Power Plant is one of WIKA’s leverage points on the EPC Power Plant portfolio. • WIKA acquired PT Sarana Karya which was transformed into PT WIKA Bitumen (2013). • Strengthening the expansion of overseas projects, in addition to Algeria (2007) including: Timor Leste (2012), Myanmar (2013), Malaysia (2014), Saudi Arabia (2016), Dubai (2017), Philippines (2018), Niger (2018), Taiwan (2019), Senegal (2019). • Established WIKA Leadership Center, WIKAsatrian in Bogor (2014). • PT WIKA Beton registered its first share trade on Indonesia Stock Exchange (2014).
RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5