Annual Report

Annual Report 2024 Laporan Tahunan > PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 973 Fungsi Penunjang Bisnis Business Support Function Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Social and Environmental Responsibility Laporan Keuangan 2024 2024 Financial Report PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 (Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain) PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2024 and 2023 (In Thousand Rupiah, unless Otherwise Stated 109 Pembayaran yang dilakukan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masingmasing sebesar Rp36.603.913 dan Rp323.171.808. Payments made for the years ended December 31, 2043 and 2023 amounted to Rp36,603,913 and Rp323,171,808, respectively. 27. Utang Usaha 27. Account Payables Rincian utang usaha adalah sebagai berikut: Details of account payables are as follows: 2024 2023 Rp Rp Utang Pemasok dan Utang Subkontraktor/ Supplier Payables and Subcontractor Payables 5,303,165,430 7,076,608,118 Utang Usaha/ Account Payables-Supply Chain Financing 751,101,919 2,263,236,098 Total 6,054,267,349 9,339,844,216 Utang subkontraktor merupakan utang kepada pihak ketiga atas pekerjaan yang disubkontraktorkan, seperti pekerjaan stressing, pemasangan, biaya angkut, penurunan beam, biaya pematokan dan lainlain. Subcontractor payables represent payable third party for work at subcontractor, such as stressing, installation, freight costs, reduction in beam, and peg the cost of others. Utang pemasok merupakan utang atas pembelian bahan baku untuk pelaksanaan pekerjaan/proyek, seperti pembelian semen, pasir, besi, plat sambung dan lain-lain. Supplier payables represent payable on the purchase of raw materials for the execution of the work/ project, such as the purchase of cement, sand, iron, connecting plate etc. Utang usaha supply chain financing merupakan utang usaha yang sudah dibayarkan oleh beberapa bank dan akan jatuh tempo pembayaran sampai dengan 180 hari dan tidak dikenakan bunga. Supply chain financing payables represent trade payables already paid by several banks and the payment will be due until 180 days and bears no interest. Rincian utang usaha berdasarkan subkontraktor dan pemasok adalah sebagai berikut: Details of account payables to supplier and subcontractor are as follow: 2024 2023 Rp Rp Pihak Berelasi (Catatan 52)/ Related Parties (Note 52) 445,976,135 589,240,157 Pihak Ketiga / Third Parties 4,857,189,295 6,487,367,961 Total 5,303,165,430 7,076,608,118 Rincian utang usaha berdasarkan supply chain financing adalah sebagai berikut: Details of account payables to supply chain financing are as follow: 2024 2023 Rp Rp Pihak Berelasi (Catatan 52)/ Related Parties (Note 52) 708,657,277 1,993,424,853 Pihak Ketiga/ Third Parties PT Bank DKI 40,855,078 54,380,877 PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 1,589,564 85,433,614 PT Bank ICBC Indonesia -- 88,793,266 PT Bank HSBC Indonesia -- 25,429,861 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. -- 15,146,481 PT Bank CIMB Niaga Tbk. -- 627,146 Sub Total 42,444,642 269,811,245 Total 751,101,919 2,263,236,098

RkJQdWJsaXNoZXIy NTM2MDQ5